Wasiat Jihad Syaikh Usamah bin Ladin: Bebaskan Al Aqsha dan Palestina!!

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memohon pertolongan dan meminta ampunan kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa-jiwa kami dan kejahatan amal perbuatan kami.

Siapa diberi petunjuk oleh Allah, tak ada seorang pun bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa Dia sesatkan, tak ada seorang pun yang memberinya petunjuk.

Dan aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang haq) selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba‘du…

Umat muslimku…

Saya berdiri di hadapan kalian pada hari-hari sulit sekarang ini bukan untuk mencela dan mengancam terhadap apa yang dialami saudara-saudara kita di Gaza, sebagai kedok untuk bersembunyi di baliknya…

Akan tetapi saya berdiri di hadapan kalian hari ini untuk menyampaikan kalimat kebenaran, yang dengan izin Allah kalimat itu akan membantu kita mengembalikan hak yang dirampas.

Kalimat kebenaran yang tidak mengenal kompromi dengan para raja, penguasa, ulama, atau menteri.

Kalimat yang tidak mengakui hukum internasional yang semu. Tidak takut dengan majelis Dewan Keamanan milik negara-negara besar yang menebar ketakutan terhadap kaum tertindas di negara-negara kecil, seperti Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Kashmir dan Chechnya.

Kalimat kebenaran yang seluruh dunia mengeroyoknya, ingin menghapusnya dari manhaj dan kehidupan kita, sebelum membasmi kita semua.

Kalimat itu adalah jihad suci demi merebut kembali Baitul Maqdis dan Al-Quds.

ويح القدس ديس عفافها … والمسلمون عن الجهاد نيام

Duhai celaka Al-Quds, kesuciannya diinjak-injak
Sementara umat Islam terlelap dari jihad…

Umat Muslimku…

Sesungguhnya rahasia kesalahan terbesar dalam perjuangan pembebasan Palestina yang sudah-sudah adalah: yang mengendalikan perjuangan itu adalah para penguasa yang mengkhianati amanah.

Di perang tahun 1948, kaum Muslimin saat itu heran bagaimana kita bisa kalah. Padahal yang mengherankan justeru jika ketika itu kita menang. Sebab bagaimana kita menang, sementara penguasa-penguasa kita telah menyerahkan urusan perang kepada penguasa Yordan yang sebenarnya, yaitu Jendral berdarah Inggris, Glubb Pasha.??

Bagaimana mungkin menang suatu umat yang dipimpin oleh musuhnya? Dan pada waktu itu, semua penguasa kita memiliki “Pasha-pasha” lain yang mengendalikannya.

Contohnya di Jazirah Arab, raja tanpa mahkotanya adalah seorang jenderal asal Inggris, Philip. Untuk menipu rakyat, penguasa cukup dengan menggelarinya Hajji Abdullah Philip. Siapa membaca dokumen-dokumen Britania yang terkait dengan masalah ini, akan tahu sejauh mana kelalaian yang mendominasi manusia pada waktu itu.

Tipuan-tipuan itu terus berlangsung, namun dengan wajah dan nama berbeda.
Hari ini, setiap ibukota negara pasti ada “Bremer”nya, baik nampak atau tersembunyi. Bersama dia selalu ada “Allawi” yang menjalankan perintah-perintahnya.

Di setiap negara selalu ada “Sistani” dan “Tanthawi”, bersama mereka ada barisan para ulama, yang resmi maupun non resmi, barisan para jurnalis, intelektual dan wartawan, yang secara dusta memberikan legalitas terhadap agen-agen salibis di negeri kita.

Maka semua golongan ini adalah musuh bagi umat yang harus kita diwaspadai. Dan sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang dikenal.

Tanda paling gampang untuk mengenali mereka adalah: penguasa memberi keluasan kepada mereka untuk beraspirasi kepada orang banyak dan menipu mereka melalui media informasi secara teratur, sementara ulama-ulama yang jujur dilarang, walau sekedar berkhutbah jumat di desa terpencil.

Di antara kekurangan kita di zaman sekarang, kita dihadapkan kepada banyak jalan yang mengusung slogan-slogan pembebasan Palestina, padahal sebagian besar jalan ini justeru mentelantarkannya.

Jalan yang paling besar adalah tindakan penguasa-penguasa hari ini yang mengadakan pertemuan-pertemuan para menteri dan melimpahkan masalah kepada Dewan Keamanan PBB. Ini adalah sebuah cara untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan masalah Palestina.

Jalan yang lain adalah menuntutnya sebagian ulama dan dai kepada para penguasa untuk membebaskan Palestina. Ini tidak lain adalah cara lain untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan darah para syuhada serta mentelantarkan Al-Aqsha.

Bagaimana mungkin kita minta tolong kepada kaki tangan musuh-musuh kita? Tidakkah mereka lelah meminta tolong selama berpuluh-puluh tahun?

                المستجير بعمرو عند كربته … كالمستجير من الرمضاء بالنار

Meminta perlindungan kepada Amru ketika ia dalam susah
Seperti orang yang mencari perlindungan dari abu dengan api…

Ada jalan lain, yaitu tuntutan tokoh-tokoh jamaah Islam agar para penguasa mengizinkan mereka berjihad demi membebaskan Palestina, atau menghimbau para penguasa itu untuk mengikuti kemauan rakyat. Ini adalah jalan lain untuk lari dari tanggung jawab, yang hasilnya adalah diinjaknya kepala di pasir, penyesatan dan penipuan terhadap anggota jamaah-jamaah tersebut, dan mentelantarkan masalah.

Seharusnya mereka berterus terang kepada saudara-saudaranya: bahwa beban ini sangat berat dan kami tak siap memikulnya. Sebab kekufuran, baik lokal maupun internasional, menyerang semua usaha yang coba bergerak dan berterus terang demi kebaikan masalah ini.

Maka yang wajib adalah tahridh terhadap jihad yang hukumnya sudah fardhu ain, mendaftar para pemuda untuk bergabung dalam pasukan-pasukan jihad fi sabilillah, melawan aliansi zionis salibis dan antek-anteknya di Kawasan. Bukan menyalurkan energi para pemuda dengan turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi tanpa senjata.

Para tokoh jamaah itu seharusnya memberikan tempat bagi tenaga-tenaga pemberani yang ahli dari saudara-saudara mereka, agar mereka yang memimpin jamaah tersebut di situasi-situasi sulit seperti sekarang, supaya mereka melaksanakan kewajiban syar‘inya.

من لم يكن بالقتل مقتنعاً … يخلي الطريق ولا يغوي من اقتنعا

Siapa yang tidak yakin dengan cara membunuh
Hendaknya ia memberi jalan dan tidak menyesatkan orang yang yakin

Meskipun terdapat banyak jalan menyimpang, namun di sana ada satu jalan lurus untuk merebut kembali Al-Aqsha dan Palestina, yaitu jihad fi sabilillah, seperti yang telah kami singgung tadi.

Allah Ta‘ala telah menjelaskan tentang cara menahan gempuran orang-orang kafir di dalam Al-Quranul Adzim:

“Maka berperanglah kamu di jalan Allah, kamu tidak dibebani selain dirimu sendiri, dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman. Semoga Allah menghentikan keganasan orang-orang kafir. Dan Allah lebih dahsyat kekuatannya dan lebih dahsyat serangannya.” (QS. An-Nisa’: 84).

Dengan tahridh dan peranglah keganasan orang kafir dihentikan.

Kemudian, sungguh saya katakan kepadamu, wahai umatku:

Mencukupkan diri membebankan tanggung jawab kepada penguasa dan ulama, setelah itu berpangku tangan dari jihad, tidaklah membebaskan kalian dari tanggung jawab. Tidak lain itu juga merupakan jalan untuk melarikan diri. Perintah Alloh di dalam Al-Quranul Karim untuk berjihad di jalan-Nya sudah jelas, baik berjihad dengan jiwa maupun harta, hingga kebutuhan (jihad) tercukupi.

Umat muslimku…

Sungguh engkau mampu mengalahkan eksistensi zionis dengan potensi pendukungmu yang besar dan tersimpan, tanpa harus meminta bantuan para penguasa. Bahkan meskipun mayoritas dari mereka berfihak kepada aliansi salibis-zionis.

Di sini saya bermaksud meyakinkanmu, umatku, bahwa saya yakin perkara itu mudah bagimu, dengan izin Alloh. Asalkan kita mengikuti jalan lurus, bersandar kepada Alloh dan menempuh sebab-sebab yang Dia perintahkan, serta berpaling dari jalan-jalan yang hina.

Di sini saya berikan kepadamu dua bukti, yang menunjukkan bahwa engkau mampu mengalahkan musuh-musuh kita hanya dengan sedikit kekuatan yang kamu miliki:

Bukti pertama: Kekalahan besar yang menimpa Uni Soviet di Afghanistan berkat anugerah Allah, kemudian berkat perjuangan para pendukungmu, tanpa campur tangan tentara manapun yang dimiliki penguasa-penguasamu, meskipun dalam peperangan ketika itu dukungan secara umum memihak kepada mujahidin.

Ketika itulah panji Uni Soviet dicabut dari dunia dan dibuang untuk dilupakan, segala puji dan anugerah hanya milik Allah.

Adapun bukti kedua: Pasca runtuhnya Uni Soviet, Amerika menjadi satu-satunya penguasa dan ia berusaha memaksakan hegemoni serta kebijakan politiknya kepada seluruh dunia. Maka para penguasa di wilayah kita semakin meningkatkan ketundukan kepadanya, makin membabi buta keangkara murkaannya dan sokongannya terhadap eksistensi zionis, sehingga dia leluasa berbuat kerusakan di Palestina.

Ketika itu, beberapa gelintir dari putera-puteramu memproklamirkan jihad terhadap pihak yang berdiri sendirian itu, si neo-Hitler, satu-satunya penguasa abad, maka kami berhasil mematahkan tanduknya, meluluhlantakkan bentengnya, meruntuhkan menaranya. Maka ia berjalan dengan marah, dan mengklaim akan menyeret para pemimpin jihad, hidup atau mati, untuk mengembalikan kewibawaan Amerika dan menjadikan mereka pelajaran bagi orang lain. Maka Amerika seperti Abu Jahal di perang Badar, ia keluar dengan menyombongkan kekuatan senjata dan jumlah pasukannya.

Namun, kami kembali berhasil tumpulkan ketajamannya, kami bunuh tentara-tentaranya, kami cerai-beraikan persahabatannya, dan karunia itu dari Alloh semata. Jika perang telah tersulut dan kita dizalimi, maka kata-kata yang dipakai adalah kata-kata pedang, jika ingin hak-hak yang dizalimi kita rebut kembali.

Lihatlah Amerika, hari ini ia terhuyung-huyung oleh pukulan-pukulan mujahidin dan oleh berbagai krisis yang menderanya. Sejak dari kerugian jiwa, kemudian politik, hingga ekonomi. Sekarang ia tenggelam dalam krisis ekonomi, sampai-sampai ia minta bantuan kepada negara-negara kecil, apalagi negara-negara besar. Ia tak lagi disegani musuh, dan tidak dihormati kawan.

Di sinilah kita harus sedikit berfikir; kalian tahu bahwa yang pertama kali dirugikan oleh bangkrutnya kezaliman Amerika adalah eksistensi zionis. Sebab dengan itu ia kehilangan salah satu penopang utama keberadaannya dan urat nadi kehidupannya.

Kerugian besar dan cepat pada kekuatan Amerika inilah salah satu faktor penting mengapa Israel melakukan serangan barbar ke Gaza, dalam percobaan frustasi untuk memanfaatkan masa-masa terakhir kepemimpinan Bush dan kaum neo-konservatif, masa yang telah memberikan kepada mereka kekuatan, dana, dukungan moral, planning strategi, dan permusuhan terselubung yang tidak bisa diberikan oleh pemerintahan lain, untuk dia gunakan menyerang kaum Muslimin dan memukul semua kekuatan yang menolak hegemoni Amerika di Kawasan.

Tapi ternyata kekuatan Gedung Putih hancur berkeping-keping di atas bebatuan mujahidin di Afghanistan, dan tenggelam di lumpur jebakan Irak. Dari sinilah Israel dengan tergesa-gesa mengambil langkah menghabisi lawan-lawan mereka di Gaza dan mengganti mereka dengan ‘Abbâs dengan kekuasaannya untuk kepentingan melindungi Israel. Maka mereka melakukan pembantaian mengerikan ini sebelum masa kekuasaan Bush berakhir, sebelum kelemahan Amerika semakin nyata dan sebelum hancurnya sistem VETO yang oleh dunia mulai dicibir, di mana-mana terdengar suara yang mengusulkan untuk menghapusnya, dan veto sendiri adalah sebuah simbol kezaliman dan arogansi.

Umat muslimku..

Membicarakan kelemahan dan mundurnya hegemoni Amerika serta keruntuhan ekonominya bukanlah sesuatu yang bersifat angan-angan. Namun berdasarkan kepada kesaksian tokoh-tokoh besar mereka sendiri, di mana kesaksian-kesaksian itu sudah tidak mungkin mereka tutup-tutupi lagi.

Berikut ini Biden, wakil presiden terpilih Amerika, mengatakan: “Krisis ini lebih besar dari apa yang kami perkirakan. Dan seluruh sektor ekonomi Amerika berpotensi mengalami kehancuran.”

Berikutnya menteri keuangan Spanyol, ia mengatakan: “Seluruh perekonomian global berpotensi bangkrut.”

Mantan pejabat Bank Cadangan Amerika, Alen Grisban, mengatakan bahwa kebangkrutan yang besar akan terasa kecil di hadapan krisis perekonomian sekarang ini.

Presiden Perancis, Sarkozi, menyebut krisis yang sekarang terjadi dengan mengatakan: “Krisis ini sangat dalam sekali, sistem ekonomi global sedang diambang kebangkrutan.”

Saya katakan: Mereka sekarang sudah tenggelam dalam samudera kerugian –atas karunia Allah—disebabkan kezaliman yang mereka lakukan sendiri.

Menteri perekonomian Jerman mengatakan: “Dunia tidak akan kembali seperti keadaan sebelum krisis, dan Amerika Serikat akan kehilangan posisinya sebagai negara super power dalam sistem ekonomi global.”

Selanjutnya, saya kutip untuk kalian laporan-laporan intelejen Amerika yang semakin mempertegas kemunduran dominasi Amerika dalam beberapa tahun ke depan.

Umat muslimku…

Sesungguhnya jihad yang dilakukan putera-puteramu melawan aliansi salibis-zionis merupakan salah satu sebab –setelah anugerah Allah—terjadinya semua hasil yang menghancurkan musuh-musuh kita ini, di mana hasil-hasil itu telah nampak dan terlihat setelah perang yang berlangsung selama tujuh tahun.

Dan saya meyakinkanmu, wahai umatku, sebagai bentuk menyampaikan nikmat Allah azza wa jalla atas kami, bahwa kami merasa Alloh telah mengkaruniakan kepada kami kesabaran yang cukup bagi kami untuk melanjutkan perjalanan jihad tujuh tahun lagi, kemudian tujuh tahun lagi, dan tujuh tahun lagi…dengan izin Allah. Maka sabar adalah sebaik-baik senjata, dan takwa adalah sebaik-baik perbekalan. Jika kami menemui syahid, itulah yang selama ini kami cari, akan tetapi panji jihad tidak akan pernah jatuh hingga hari Kiamat tiba, sebagaimana hal itu diberitakan oleh Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam.

Yang menjadi pertanyaan justeru: Sanggupkah Amerika melanjutkan perang melawan kami untuk beberapa dekade ke depan?

Laporan-laporan dan indikator-indikator yang ada menunjukkan tidak.

Dan 75 % rakyat Amerika senang dengan kepergian presiden yang telah menyeret mereka dalam perang-perang yang tidak sanggup mereka tanggung dan menenggelamkan mereka dalam belitan ekonomi hingga telinga mereka. Bush telah meninggalkan warisan yang berat bagi penggantinya, meninggalkannya di antara dua perkara yang paling manisnya adalah pahit, seperti orang yang menelan pisau bermata dua, ia gerakkan seperti apapun tetap melukainya.

Salah satu bentuk peninggalan tersulit adalah ketika seseorang mewarisi perang gerilya panjang melawan musuh yang sangat penyabar dan keras kepala, dengan menggunakan dana dari pinjaman-pinjaman ribawi. Jika ia mundur dari perang, berarti itu kekalahan militer. Jika ia melanjutkannya, ia tenggelam dalam krisis ekonomi. Lalu bagaimana, Bush mewariskan kepadanya dua perang, bukan satu, di mana dia tak mampu melanjutkannya.

Dan kini kami sedang merintis jalan untuk membuka front-front jihad lain, dengan izin Allah. Maka, bukankah sudah sepantasnya jika engkau, wahai umatku, meletakkan tanganmu pada tangan putera-puteramu yang berjihad, untuk bersama-sama kita teruskan jihad melawan musuh Islam dan melanjutkan pengurasan kekuatan mereka di dua front ini, dan di front-front lain yang terbuka di hadapanmu melawan aliansi salibis-zionis beserta antek-anteknya di Kawasan; di Palestina, di Irak, Afghanistan, Waziristan, Maghrib Islami dan Somalia.

Maka kewajibanmu adalah memberikan dukungan personal dan dana, hingga kebutuhan jihad tercukupi. Sungguh aku telah berpengalaman dalam jihad –berkat karunia Allah—dan aku mengetahui beban-beban pendanaannya. Zakat seorang pengusaha besar di kalangan kaum Muslimin sebenarnya cukup untuk kebutuhan-kebutuhan jihad di semua front terbuka melawan musuh kita hari ini. Padahal jihad, sebagaimana yang kalian ketahui, memiliki jatah dari harta zakat.

Maka berbahagialah orang yang dimudahkan Allah Ta‘ala untuk menjadi sebab untuk menolong agama-Nya, membela Rosul-Nya, dan menyelamatkan umat beliau Salallahu ‘alaihi wasalam.

Alangkah miripnya kondisi sulit mujahidin hari ini dengan kondisi sulit yang dialami pasukan paceklik (Jaisyu `l-‘Usroh) di zaman Rasulullah, sebelum Ustman datang dan memberi perbekalan sebagian besar pasukan, lalu Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Tidak membahayakan Utsman apa yang akan dia lakukan setelah hari ini.”

Maka siapakah yang mau menjadi “Utsman”nya umat Islam dalam paceklik sekarang ini?

Dan saya tahu mayoritas pengusaha kaum Muslimin enggan berinfak di jalan Alloh bukan karena mereka bakhil, tetapi karena mereka takut kepada Amerika dan boneka-bonekanya di Kawasan. Dan sesungguhnya saya katakan kepada mereka: Ini bukanlah udzur, memang kalian sedang berada di negeri ujian dan cobaan.

Ingatlah firman Allah Ta‘ala:

(أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤُمِنِينَ) التوبة13

“Apakah kamu takut kepada mereka? Maka Allah itu lebih berhak kamu takuti jika kamu orang-orang beriman.” (At-Taubah: 13).

Maka harus ada hijrah. Beban-beban kemenangan dan penegakan Islam harus dipikul. Manusia terbaik (Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam) saja terpaksa –akibat ulah orang-orang Musyrik— untuk masuk ke gua, meninggalkan keluarga dan kampung halaman, dan berhijrah meninggalkan jengkal tanah terbaik: Mekah Al-Mukarromah.

Maka bersegeralah. Bersegeralah. Manfaatkanlah kesempatan mahal ini, dan janganlah kalian menyia-nyiakannya. Kalian memiliki teladan yang baik pada diri Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasalam ketika beliau masuk gua. Tidak bisakah dari kalian bersembunyi di suatu rumah di tempat tertentu? Bukankah bumi Alloh ini luas untuk kalian jadikan tempat menjalankan ibadah jihad dengan harta?

Allah Ta‘ala berfirman:

{يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ }العنكبوت56

“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka beribadahlah kepada Aku saja.” (Al-Ankabut: 56).

Dan berfirman:

{إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً، إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلاَ يَهْتَدُونَ سَبِيلاً}النساء97-98

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).” (An-Nisa’: 97-98).

Umat muslimku…

Sesungguhnya dalam peperangan-peperangan, krisis-krisis, dan cobaan-cobaan ini, ada karunia-karunia. Dan orang-orang cerdas tidak akan membiarkan karunia-karunia itu lewat begitu saja, tetapi mereka akan memanfaatkannya. Maka di hadapanmu ada kesempatan besar untuk melawan kezaliman dan diktatorisme yang ditimpakan kepadamu dari dalam dan luar sejak puluhan tahun, untuk merebut kembali hakmu dengan kekuatan.

Orang-orang yang mengatakan kepadamu bahwa cara mengambil hak adalah melalui kotak-kotak undian (pemilu) lalu memberikan contoh bangsa-bangsa barat kepadamu, pada dasarnya mereka itu menipumu dan berdusta kepadamu. Mereka melakukannya karena takut kepada penguasa, atau karena ambisi terhadap apa yang ada padanya.

Bangsa-bangsa Barat yang mereka sebut itu, merebut haknya tak lain adalah melalui revolusi-revolusi dan kekuatan senjata. Maka sejak perang tujuh tahun antara Inggris dan Perancis demi menaklukkan Amerika, kedua belah fihak terjebak dalam krisis ekonomi besar-besaran. Hal itu mendorong para pemimpin mewajibkan pajak-pajak kepada rakyat. Inilah yang kemudian memicu tersulutnya revolusi Perancis, setelah sebelumnya diawali dengan kezaliman dan tindakan diktator para raja terhadap rakyat. Sebab ketika itu Raja Louis XIV mengatakan: “Akulah negara, dan negara adalah aku.” Seperti ini jugalah keadaan para raja dan penguasa kita.

Akhirnya, orang-orang Perancis memanfaatkan kesempatan di tengah cobaan-cobaan itu, mereka memberontak kepada raja-raja yang dzalim yang telah menyedot darah dan kekayaan mereka. Kemudian mereka mencopot Louis XVI dan menyeretnya ke tiang gantungan. Mereka merebut hak-hak mereka dengan kekuatan senjata.

Maka tidak ada tempat bagi kotak-kotak suara di negeri-negeri kita di bawah kendali penguasa-penguasa kejam kecuali untuk menipu kita. Dan yang menyedihkan, sekaligus harus diwaspadai, penipuan besar-besaran ini turut didorong oleh para ulama dan da’i.

Dari rahim krisis ekonomi pulalah orang-orang Amerika melancarkan pemberontakan terhadap Inggris untuk merebut hak-hak mereka. Mereka tidak melakukan dan mengikuti sistem demokrasi yang sekarang ini mereka gunakan untuk menipu kita di Afghanistan, Irak dan lain-lain. Akan tetapi mereka merebut hak-hak mereka dengan besi dan api, maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan jeli.

Kita sebagai kaum Muslimin, meyakini bahwa sudah menjadi hak umat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Kita juga mengimani adanya syura, akan tetapi kita meyakini bahwa demokrasi ala barat ini –terlepas bahwa itu adalah tipuan besar—merupakan bid‘ah yang syirik. Kaum Muslimin tidak akan rela dipimpin oleh siapapun kecuali dengan syariat Allah Ta‘ala, bukan dengan hukum buatan manusia yang mereka buat rancang sendiri.

Dalam agama kita juga adalah syariat perang di jalan Allah melawan aggressor yang menyerang dan melawan para penguasa murtad, sampai kalimat Allah menjadi yang tertinggi. Ketika itu dijalani, segala urusan akan kembali kepada tempatnya, segala hak akan kembali kepada pemiliknya.

Sebagai penutup, saya ucapkan kepada saudara-saudara kami di Palestina:

Semoga Allah membesarkan pahala kalian…
Semoga Alloh menerima orang-orang gugur di antara kalian sebagai syuhada..
Dan menyegerakan kesembuhan bagi mereka yang terluka…
Saya berdoa, semoga Alloh Azza wa Jalla mengilhamkan kesabaran kepada orang-orang yang terkena musibah dan memberikan ganti yang lebih baik kepada mereka.

Saudara-saudaraku di Palestina…

Berkali-kali kalian menanggung kesusahan seperti yang dialami bapak-bapak kalian selama sembilan dekade ini, dan sesungguhnya kaum Muslimin bersimpati terhadap kalian karena apa yang mereka saksikan dan mereka dengar.

Sedangkan kami, mujahidin, juga bersimpati kepada kalian. Dan simpati kami lebih besar, karena mujahidin juga mengalami kehidupan sama dengan yang kalian alami. Yang mereka rasakan lebih susah dari apa yang kalian rasakan. Mereka dibombardir sebagaimana kalian dibombardir, dengan pesawat-pesawat yang sama. Mereka kehilangan orang-orang tercintanya sebagaimana kalian kehilangan. Maka segala puji bagi Allah, kita adalah milik Allah dan kepada-Nya saja kita akan kembali.

Namun di tahun ini, Allah berkehendak tanda-tanda terbit fajar telah nampak, indikasi-indikasi positif jalan keluar telah muncul, dengan bangkrutnya kekuatan aliansi salibis-zionis. Maka berarti tinggal sedikit lagi, dengan izin Allah.

Kami bersama kalian, dan kami tak akan mentelantarkan kalian dengan izin Allah. Hasil akhir kami terkait dengan hasil akhir kalian, dalam memerangi aliansi salibis-zionis. Maka tak ada pilihan…perang sampai menang, atau mati syahid di jalan Allah.

فاصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“…bersabarlah, pertahankanlah kesabaran kalian, dan berribathlah, agar kalian memperoleh kemenangan.”

Doa terakhir kami adalah: Alhamdulillah Rabbil Alamiin, segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

Dan limpahkanlah shlawat dan salam, ya Allah, kepada nabi kami, Muhammad, kepada para pengikut dan seluruh sahabatnya.

Oleh: Sang Singa Islam

Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah

(arrahmah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s