Untuk Siapa Bumi Ini Diciptakan?

Pernyataan kaum phobi terhadap Syariat Islam kembali terucap dan terdengar. Ali Mustafa Ya’qub melontarkan sebuah kalimat yang menyudutkan Islam. Sangat miris dan memalukan bagi yang mendengarkannya. Sekelas ulama dan Imam Masjid yang dibilang cukup berpengaruh di Indonesia, tak sepantasnya menyatakan pernyataan tersebut.

Secara tidak sadar ia sendiri telah menghina Islam dan kaum Muslimin. Dalam acara “Apa Kabar Indonesia” (AKI) Malam TV One, Rabu (4/04/2011) ia menyatakan bahwa bagi siapa saja yang mau menegakkan Negara Islam maka silahkan keluar dari Indonesia dan mencari Negara lain yang mau menegakkannya. Lalu siapakah yang berhak menghuni Indonesia menurut Mustafa Ya’qub?

Pernyataan Ali Mustafa Ya’qub yang pernah mengajak Obama dan istrinya keliling masjid Istiqlal ini bukanlah pernyataan baru. Bahkan pernyataan seperti itu bukan pertama kali terucapa.  Orang kafir atau orang yang benci terhadap syariat Islam sering melontarkan peryataan demikian kepada para aktivis dakwah yang ingin menegakkan syariat Allah SWT di bumi ini.

Orang-orang kafir tersebut tidak faham mengapa ummat Islam berkeinginan untuk mengajak mereka masuk ke dalam Islam, sebuah agama yang berasal dari jazirah Arab dan kemudian menerapkan syariat Islam secara sempurna dimanapun di muka bumi ini.

Jika dikatakan oleh mereka mengapa kalian tidak keluar saja dari negeri ini lalu mencari Negara lain yang mau menerapkan syariat Islam, maka kita harus menjawabnya. Disaat seorang Muslim betul-betul memahami situasi saat ini bersamaan dengan pemahamannya terhadap intisari Islam secara benar, maka dia akan menghargai dan dapat mengerti mengapa begitu banyak ummat Islam telah mengadopsi ‘pemikiran radikal’ ini dimanapun, yakni keinginan mereka untuk menerapkan syariat Islam secara kaafah (sempurna) dalam bentuk sebuah Negara Islam.  Berikut tiga alasan mendasar mengapa ummat Islam berkeinginan kuat untuk menerapkan syariat Islam.

1. Setiap negara di dunia saat ini menjalankan atau menerapkan hukum buatan manusia. Padahal Allah SWT telah berfirman dalan Al Qur’an :

“Barang siapa yang memutuskan perkara apa saja selain dari apa yang diturunkan Allah SWT (Syariat Islam) maka mereka adalah orang-orang kafir” (QS Al Maidah : 44)

Kesalahfahaman umum yang terjadi pada pemahaman orang-orang kafir adalah menganggap negara-negara seperti Pakistan, Kuwait, atau Arab Saudi, adalah sebagai Negara Islam yang menerapkan syariat Islam secara sempurna. Fakta sebenarnya, tidak ada satu pun negara di dunia ini, yang menerapkan syariat Islam  secara sempurna. Pemerintahan dunia yang berada di belahan timur adalah pemerintahan murtad dan di belahan barat adalah pemerintahan kafir.

Negara Islam terakhir telah dimusnahkan pada tanggal 3 Maret 1924. Sebelumnya, secara berkesinambungan Negara Islam ini telah menjalankan keadilan dan kemakmuran untuk seluruh ummat manusia selama kurang lebih 1300 tahun.

2. Hukum buatan manusia yang diterapkan oleh pemerintahan di Negara manapun saat ini adalah hukum yang zhalim dan kaum Muslimin wajib untuk berbicara dan berdakwah melawan setiap penindasan dimanapun mereka berada. Allah SWT berfirman :

“Hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebaikan  (Islam) dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imraan : 104)

Bagi ummat Islam, ketaatan total kepada Allah SWT, adalah hal yang terpenting dalam hidupnya sebagai seorang Muslim. Dengan demikian dia selalu berupaya sekuat tenaga untuk hidup dalam dan sesuai syariat Islam. Termasuk salah satunya adalah melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dimana pun mereka berada.

Dengan kondisi faktual bobroknya sistem hukum di manapun Negara saat ini, dimana moral masyarakat hancur hampir di semua bidang, baik sosial, ekonomi, hukum, dan lain-lain, maka seorang Muslim wajib berbicara dan menyelesaikan masalah tersebut dengan manawarkan solusi dari Islam.

3. Islam adalah agama universal, yang diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam, yang merupakan cara hidup yang diturunkan oleh Sang Pencipta untuk seluruh ummat     manusia. Allah SWT berfirman :

” Dialah (Allah) yang telah mengutus RosulNya (Muhammad SAW) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (Islam) untuk mendominasi semua cara  hidup dan agama yang lain walaupun orang-orang kafir membencinya.” (QS At Taubah : 33).

Tidak disangsikan lagi, Islam dan Rasul terakhir, Muhammad SA, telah ditunjuk oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, bagi orang-orang dimanapun hidup di dunia ini termasuk di Indonesia, untuk mengikuti dan taat.

Islam yang pada awalnya dimulai dari sebuah kota kecil di Makkah kemudian menyebar secara cepat dan luas ke jazirah Arab, melepaskan kebangsaan dan kesukuaan. Hal unik dan spesial yang diberikan kepada nabi terakhir Muhammad SAW, dan tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya adalah fakta bahwa nabi Muhammad SAW, diutus dan diturunkan Allah SWT, tidak untuk negara atau kaum tertentu, sebagaimana Bani Israel.

Nabi Muhammad SAW, diutus untuk seluruh ummat manusia. Dengan demikian tidak mengherankan jika di Negara manapun, termasuk di Negara barat, banyak ajakan untuk masuk Islam yang dilakukan oleh orang-orang Muslim kepada masyarakat barat yang sebagian besarnya masih kafir.

Kesimpulannya, merupakan sebuah kewajiban untuk masyarakat dimanapun mereka tinggal dan ummat manusia di seluruh dunia untuk menyerahkan secara pasrah dirinya kepada Allah SWT, dan kemudian bersyahadat : “La ilaha illallah,  Muhammadarrasulullah”, Tidak ada tuhan yang layak untuk disembah selain Allah SWT, dan Muhammad SAW, adalah Rasul-Nya.”

Kemudian kewajiban selanjutnya adalah menerapkan syariat Islam atau hukum-hukum Islam secara sempurna sebagai tanda ketaatan kepada Sang Pencipta, Allah SWT, pemilik bumi dan isinya, dan seluruh dunia dimanapun kita berada. Jadi, mengapa kami harus keluar dari bumi Allah SWT? Seharusnya orang yang tidak mau menerapkan Syari’at Islam lah yang mesti keluar dari bumi Allah, macam Mustafa Ya’qub!! Karena bumi ini milik Allah dan Allah mengamanahinya kepada orang-orang beriman bukan kepada orang yang durhaka terhadap-Nya.

Wallahu’alam bis Shawab!

(arrahmah/am)

One thought on “Untuk Siapa Bumi Ini Diciptakan?

  1. Ping-balik: Sunnatullah dan Hadits | Imtaq Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s