Majelis Mujahidin Akan Gugat Kementerian Agama

Surakarta – Majelis Mujahidin Indonesia mengancam akan menggugat Kementerian Agama ke pengadilan jika tuntutan agar terjemahan Al Quran segera diluruskan tidak digubris. Amir Majelis Mujahidin Muhammad Thalib mengatakan pihaknya memberi waktu hingga 30 April kepada Kementerian Agama untuk merespons.

“Jika sampai batas waktu terakhir tidak direspons, tanggal 1 Mei kami akan gugat ke pengadilan,” tegasnya saat memberikan ceramah pada deklarasi pengurus wilayah Jawa Tengah di Surakarta, Minggu pagi, (24/4). Dia menyebut ada sekitar 3.400 ayat yang terjemahannya salah.

Menurutnya, terlalu banyak ayat-ayat Al Quran yang salah diterjemahkan oleh Kemenag. Misalnya di Surat At Taubah Ayat 123, yang terjemahannya di antaranya berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir di sekitar kamu.” Dia mengatakan jika hal itu benar-benar dilakukan umat Islam, niscaya terjadi pertumpahan darah di masyarakat.

“Pemerintah harusnya berterima kasih kepada kami. Yang sudah mau mengoreksi dan mencegah pertumpahan darah,” lanjutnya.

Dia mengatakan dari ayat di atas, terjemahan yang benar mestinya “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang membahayakan keselamatan kamu yang ada di sekitar kamu”.

Dia mengatakan, tidak berlebihan ketika Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S. Awwas menyebut Kemenag harus bertanggung jawab atas terjadinya aksi terorisme di Indonesia. Alasannya, para pelaku teror mengkaji agama Islam lewat Al Quran keluaran Kemenag yang sudah salah menerjemahkan ayat-ayat Al Quran. “Sumber terorisme adalah terjemahan Al Quran Depag,” ujarnya.

Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S. Awwas mengatakan ada ideologi terorisme dalam Al Quran terjemahan Depag, di antaranya Surat At Taubah Ayat 191, yang diterjemahkan Depag “bunuhlah mereka di mana saja kamu temui mereka”.

Padahal, katanya, semestinya terjemahan yang benar adalah “perangilah musuh-musuh kalian di mana pun kalian temui mereka di medan perang dan dalam masa perang”.

“Mungkin memang ada yang sengaja bikin kesalahan. Dan ini yang harus kita luruskan bersama,” katanya dalam kesempatan yang sama. Dia berharap masyarakat ikut aktif dalam meminta pertanggungjawaban Kemenag atas terjemahan Al Quran yang salah dan membahayakan persatuan umat.

(tempo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s