Gambaran Umum Surat Al Baqarah

Surat Al Baqarah diturunkan setelah Hijrah. Oleh karenanya, yang dibicarakan adalah sikap orang- orang Yahudi Madinah terhadap Risalah Islam yang dibawa Rosulullah saw . Mereka menentang Dakwah Islam tersebut dikarenakan beberapa hal, diantaranya adalah :
1.  Sebelum Islam datang, mereka diakui oleh penduduk Madinah sebagai kelompok yang mempunyai ilmu, karena mereka mempunyai Al Kitab. Walaupun penduduk Madinah tidak tertarik untuk masuk agama mereka, tetapi paling tidak, mereka masih menghormati orang-orang Yahudi tersebut karena ilmu yang mereka miliki.
2. Disamping itu, mereka selama ini menguasai perdagangan kota Madinah dan mengembangkan kekayaan mereka dengan memaksakan system ekonomi riba pada penduduk Madinah.
3. Begitu juga, mereka bisa menguasai para penduduk Madinah dengan selalu mengadu domba antara kabilah Aus dan Khazraj, supaya mereka selalu bertengkar dan berselisih, sehingga kekuatan berada di tangan Yahudi.
4. Orang-orang Yahudi, sebenarnya mengetahui bahwa akan ada seorang rosul penutup para nabi yang akan datang di kota Madinah, sehingga mereka rela jauh-jauh sebelumnya pindah dari kota asal mereka menuju kota Madinah dan menetap di dalamnya. Semuanya mereka lakukan, dengan mengharap kedatangan rosul tersebut, yang mereka perkirakan berasal dari keturunan Yahudi.

Nah setelah datang Islam, ternyata rosul yang mereka idam-idamkan, bahkan yang telah mereka beritahukan kepada para penduduk Madinah, ternyata dari keturunan Arab, bukan dari kalangan Yahudi, akhirnya mereka kecewa berat. Apalagi ketika mereka mlihat bahwa Islam yang dibawa oleh Rosulullah saw berkembang begitu pesat di Madinah dan mempunyai banyak pengikut. Disamping Ukhuwah Islamiyah yang dikembangkan oleh Rosulullah saw antara kabilah Aus dan Khazraj . Sehingga orang-orang Yahudi tidak mampu lagi memecah belah mereka. Dari situlah, mereka enggan untuk mengikuti kebenaran yang dibawa oleh Rosulullah saw dan berusaha untuk memadamkannya dengan segala cara.

Surat Al Baqarah ini, juga berbicara tentang orang- orang munafiq Madinah yang nota benenya adalah orang-orang yang mempunyai jabatan di masyarakat sebelum datangnya Islam, seperti Abdullah bin Ubai bin Salul dan pengikutnya. Bahkan Abdullah bin Salul ini, sebelum datangnya Islam, hendak dinobatkan menjadi raja Arab di Madinah oleh sebagian orang. Orang- orang munafiq ini, sebenarnya tidak menerima Islam sebagai agama dan jalan hidup, namun karena masyarakat Madinah mulai banyak yang memeluk Islam dengan kesadaran mereka sendiri, sehingga mau tidak mau, agar bisa diterima di masyarakat, mereka terpaksa masuk Islam secara lisannya saja. Adapun hati mereka masih kafir dan sangat membenci orang- orang Islam. Surat Al Baqarah ini menyingkap sifat-sifat , makar, kebohongan dan kebencian mereka terhadap Islam .

Surat ini juga berbicara tentang hubungan antara orang- orang Yahudi dengan orang- orang munafiqin, dan hubungan orang –orang Yahudi dengan orang- orang musyrik.

CINTA DUNIA FANATIK GOLONGAN PENYEBAB ORANG MEMILIH KESESATAN

Dari keterangan di atas, bisa kita katakan bahwa kengganan orang- orang Yahudi dan para munafik untuk masuk Islam dan memIlih jalan kebenaran disebabkan karena ingin mempertahankan kedudukan mereka di masyarakat. Pandangan seperti ini, kita dapatkan juga pada masyarakat di sekitar kita. Tidak jarang kita temukan para pejabat, tokoh-tokoh masyarakat dan orang-orang yang mempunyai pengaruh luas, tidak mau menerima kebenaran, hanya lantaran kawatir kedudukan mereka akan hilang atau pengaruh mereka akan berkurang jika mereka mengikuti kebenaran. Yang semuanya bermuara pada kecintaan pada kehidupuan dunia yang fana ini.

Cinta dunia yang membabi buta tersebut, jika sudah menjangkit dan merasuk dalam hati suatu masyarakat, maka dapat dipastikan akan membawa kerusakan yang dahsyat, dan sangat sulit dikendalikan lagi.

Negara Indonesia yang saat ini dilanda krisis multidemensi, dengan banyaknya pejabat yang menyelewengkan uang negara hingga milyaran rupiah, baik yang digunakan untuk kepentingan pribadi, maupun untuk menguatkan kedudukan mereka. Dan aneh kejahatan-kejahatan tersebut di dukung oleh sebagian masyarakat dan para penegak hukum. Ternyata mereka juga haus dan cinta dunia, sehingga rela untuk berdiam diri dari kemungkaran seperti ini, bahkan rela mendukung dan melicinkan serta membantunya .

Fanatik golongan, perpecahan yang melanda organisasi-organisasi Islam dan partai-partai Islam menambah keruhnya permasalahan bangsa. Masing-masing bangga dengan golongannya sendiri, dan tidak mau menerima kebenaran apapun dari golongan lain.

Oleh karenanya, salah satu cara yang efektif untuk menanggulangi penyakit akut di dalam tubuh masyarakat ini , adalah dengan memperbaiki hati mereka dengan Al Qur’an, merubah cara berpikir mereka dengan cara berpikir yang telah diajarkan oleh Allah dan Rosul-nya yang tertuang di dalam Al Qur’an dan Hadist .

Surat Al Baqarah ini telah memberikan pesan kepada kita bahwa penyakit yang harus diberantas oleh umat Islam adalah penyakit cinta dunia, dengki dan hasad dengan nikmat yang diterima orang lain, serta penyakit fanatik golongan. Ketiga penyakit inilah yang menghalangi orang- orang Yahudi dan munafiq untuk menerima Islam, sebagai Dien dan jalan hidup yang benar.

Selain itu Surat Al Baqarah ini mengandung juga sikap orang- orang Yahudi terhadap ajaran nabi Musa as. Hal seperti ini diungkap di dalam Al Qur’an, karena sikap dan sifat orang-orang Yahudi ketika menghadapi kebenaran tang dibawa nabi Musa ternyata terulang kembali saat mereka menghadapi kebenaran yang dibawa oleh Rosulullah saw. Ini menunjukkan bahwa tabiat mereka di dalam menghadapi kebenaran adalah sama sepanjang masa. Dengan demikian, umat Islam bisa mengambil pelajaran dengan apa yang diterangkan di dalam Al Qur’an tersebut.

Dan begitulah hendaknya umat Islam pada hari ini ketika menghadapi orang-orang Yahudi yang saat ini sedang menguasai dunia, hendaknya menjadikan isi surat Al Baqarah ini, sebagai pedoman untuk melangkah dan berinteraksi dengan mereka. Hendaknya ia dijadikan sandaran utama umat Islam untuk memperkuat diri dan berhati-hati dengan kedengkian, tipu muslihat mereka .

Selain itu, surat Al Baqarah ini juga menerangkan kepada kita, tata cara membentuk masyarakat Islam yang sifat-sifatnya tertera di awal surat. Selain itu, diterangkan juga ajaran Islam di dalam ibadah, akhlaq dan mu’amalah.

Kemudian surat ini ditutup dengan menerangkan bahwa iman yang benar adalah beriman kepada seluruh para nabi dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka. Kemudian diikuti dengan ” mendengar dan taat ‘ terhadap perintah-perintah Allah swt , serta sifat pasrah kepada-Nya, dan hanya kepada-Nya lah orang-orang beriman hendaknya senantiasa meminta pertolongan untuk dimenangkan atas orang orang kafir.

( الم )

( Alif Lam Mim )

Para ulama berbeda pendapat di dalam menafsirkan huruf muqoththo’ah ini .

1/ Pendapat pertama, – sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Mas’ud, – mengatakan bahwa huruf muqoththo’ah ini adalah rahasia Allah di dalam Al Qur’an, kita tidak mengetahui maksud dan artinya. Akan tetapi kita tetap harus membacanya dan beriman bahwa huruf muqoththo’ah tersebut diturunkan oleh Allah swt,

Tujuan Allah menurunkan huruf muqoththo’ah ini adalah untuk menguji para hambanya, apakah mereka akan beriman atau ragu-ragu dan mengingkarinya. Huruf muqaththo’h ini termasuk ayat-ayat mutasyabihat .

2/ Pendapat kedua, mengatakan bahwa kita harus menggali rahasia yang tekandung di dalamnya, karena Al Qur’an ini diturunkan kepada manusia untuk dijadikan petunjuk. Hal ini tidak akan bisa terwujud tanpa memahami apa yang ada di dalamnya.

Kelompok kedua ini berbeda pendapat di dalam menafsirkan huruf muqaththa’ah tersebut. Sebagian mereka mengatakan bahwa huruf-huruf tersebut merupakan nama- nama Allah yang Agung, sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas.

Sebagian dari mereka mengatakan bahwa huruf muqaththa’ah ini terdiri dari huruf –huruf hijaiyah yang telah diketahui orang- orang Arab pada waktu itu. Tetapi kenapa mereka tidak mampu mendatangkan seperti Al Qur’an ini ? Sebagian lagi mengatakan bahwa huruf–huruf tersebut diturunkan agar orang- orang Arab memperhatikan apa yang akan dibacakan di dalam Al Qur’an. Karena ketika diturunkan Al Qur’an , orang –orang Arab berpaling dan tidak mau mendengarnya, dan ketika mereka mendengar huruf muqaththa’ah ini, mereka tertarik dengannya, setelah mereka diam memperhatikannya, Allah meneruskannya dengan ayat-ayat yang menyatakan bahwa Al Qur’an ini diturunkan dari Allah sebagai petunjuk manusia. Pendapat ini diriwayatkan dari Al Farra’ .

Dari berbagai pendapat di atas, maka pendapat pertama-lah yang mendekati kebenaran, walaupun tidak menutup kemungkinan, bahwa pendapat lain, bisa dijadikan bahan pertimbangan. Wallahu a’lam.

( ذَلِكَ الْكِتَابُ )

Para ulama berselisih pendapat di dalam menafsirkan ” Al Kitab ” :

1.  Al Kitab di sini adalah Kitab yang ditulis di dalamnya nasib semua makhluq di dunia ini, apakah bahagia atau celaka, kapan matinya, berapa banyak rizqinya, dan lain-lainnya. ” Tidak ada keraguan di dalamnya ” , yaitu ketetapan tentang taqdir tadi, tidak akan berubah lagi.

2. Al Kitab di sini berarti ketetapan yang pernah ditetapkan oleh allah di azal. ( bahwa Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya )

3.  Al Kitab di sini berarti Lauhul Mahfudh .

4. Al Kitab di sini berarti Al Qur’an yang ada di langit dan belum diturunkan di bumi ini.

Disana banyak lagi pendapat tentang arti Al Kitab dalam ayat ini . Namun menurut hemat kami, bahwa Al Kitab dalam ayat ini adalah Al Qur’an secara keseluruhan yang di dalamnya tidak ada keraguan . Karena sebagaimana kita ketahui juga, bahwa di dalam Al Qur’an banyak surat-suratnya yang di dahului dengan huruf muqaththa’ah, setelah itu diikuti dengan pembicaaran tentang Al Qur’an, seperti di dalam surat Ali Imran, surat Al A’raf, surat Yunus, surat Yusuf dan lain-lainnya. Hal yang serupa berlaku juga di dalam surat Al Baqarah ini.

( لاَ رَيْبَ فِيهِ )

Tidak ada keraguan bahwa di dalam Al Qur’an ini mengandung kebenaran . Atau bisa diartikan juga, bahwa Al Qur’an ini tidak diragukan bahwa ia diturunkan dari Allah swt, sebagaimana dalam firman Allah swt :

( الم تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ الْعَالَمِينَ )

” Alif Laam MiimTurunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam ” ( QS As Sajdah : 1-2 )

Di dalam membacanya, ada dua pilihan : Yang paling tepat kalau berhenti pada ” fiihi ” . Boleh juga dibaca dengan berhenti pada ” la raiba ” .

( هُدًى )

Hidayah di dalam Al Qur’an ada dua macam :

Pertama : Hidayah Penjelasan.

Hidayah ini bisa dilakukan oleh para rasul, nabi dan para da’ I . Karena maksud dari Hidayah Petunjuk ini adalah memberikan hidayah dengan cara memberikan petunjuk kepda jalan yang lurus, menerangkan kebenaran, menyampaikan ayat dan hadist , mengajar dan lain-lainnya.

Orang yang mendapatkan atau menerima hidayah petunjuk ini, belum tentu ia menjadi baik.

Hidayah macam ini telah disebutkan di dalam Al Qur’an diantaranya adalah :

( وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ )

“Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.(QS ar Ra’du : 7 )

( وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ )

” Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus ” ( QS Al Syura : 52 ) .

Kedua : Hidayah Taufiq

Hidayah Taufik ini hanya milik Allah swt dan tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah swt . Hidayah Taufiq ini adalah keimanan dan petunjuk yang diciptakan Allah di dalam hati hamba-Nya. Jika seseorang yang sesat atau berbuat maksiat mendapatkan hidayat ini, maka Allah akan menciptakan keimanan di dalam hatinya, sehingga ia mempunyai keinginan untuk bertaubat dan berbuat baik , serta meninggalkan segala larangan Allah.

Hidayah ini juga disebutkan Allah di dalam firman-Nya :

( أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ )

” Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb mereka . ” ( QS Al Baqarah : 5).

sumber: Ahmadzain.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s